Bukan hal yang mudah untuk kita bisa melupakan masa lalu yang indah, Namun memang tidak ada yang abadi di dunia ini termasuk Persahabatan atau apapun itu. Saya dulu berpikir bahwa saya dan dia akan melewati setiap hari yang terus bersama, walau akhirnya takdir membuat kami menjalani hidup kami masing - masing saat ini, dia dengan pacar barunya dan aku hidup sendiri dengan masa sulit dan kesedihan yang selalu ku tutupi dengan tawa dan senyuman.
Aku masih ingat waktu itu dimana aku benar - benar hancur, tidak memiliki harapan sama sekali dan rasanya segala sesuatunya hampa. Aku berusaha untuk menimbulkan semangat baru, mencari tempat dan teman - teman baru dengan harapan aku bisa lupa, lupa dengan kenangan indah kami dulu bersama satu satunya orang yang paling ku cintai hingga detik ini.
Aku bahkan berpikir mungkin aku akan jomblo dalam waktu lama, karena aku berharap dia akan kembali meskipun aku tidak pernah tau kapan waktunya, dia bahkan sudah berpikir bahwa aku baik - baik saja, selalu senyum dan menikmati kesendirian, tanpa dia pernah tau bahwa air mata ku sering menetes merindukannya yang tidak pernah bisa ku peluk lagi seperti dulu, aku hanya bisa mendoakan nya di sela - sela aku shalat tanpa pernah berpikir untuk melupakannya. Dia memang sosok yang paling ku cintai mungkin seumur hidup ku